Cerita Tentang Film Innocence Of Muslim

 Menurut pendapat saya pemain yang bermain dalam film ini tidak bersalah karena mereka adalah korban penipuan, mereka sebenarnya tidak mengetahui jalan dari maksud film tersebut tapi mereka di tuntut untuk memerankan adegan yang tertera dalam skenario palsu. Film yang disutradarai oleh Sam Bacile ini menimbulkan kemarahan umat Muslim. Kabarnya  Sam Bacile sutradra film Innocence Muslim tidak diketahui keberadaannya, informasi yang beredar, sang sutradara ini adalah orang yahudi yang bermukim di AS.

Film dengan anggaran rendah berjudul “Innocence of Muslims” ini telah diposting di internet dan saluran satelit swasta. Film yang menampilkan seorang aktor yang memiliki aksen Amerika itu menggambarkan Muslim sebagai kelompok yang tidak bermoral dan mengedepankan kekerasan.

Film ini mengolok Nabi Muhammad dan menyentuh tema pedofilia dan homoseksualitas sambil menunjukkan dirinya tidur dengan wanita, berbicara tentang pembunuhan anak-anak dan menyebut keledai sebagai binatang muslim pertama. Film ini diproduksi oleh tokoh Israel-Amerika bernama Sam Bacile.

Menurut Wall Street Journal, beberapa orang Koptik Mesir yang tinggal di AS  juga terlibat dalam produksi film ini.

Lantas ada Steven Klein, seorang warga California yang mengaku sebagai konsultan dan juru bicara untuk proyek film itu, namun bukan untuk para produsernya. Dia juga mengakui nama-nama yang tercantum dalam daftar kru film itu kemungkinan nama samaran. “Saya pernah ketemu dia [Sam Bacille]. Saya tak tahu dia dari mana. Saya cuma tahu dia bukan orang Yahudi Israel dan saya cuma menebak dia memberikan identitas palsu untuk melindungi keluarganya, yang setahu saya ada di Timur Tengah,” jelasnya. Klein yang dijumpai di rumahnya di Hemet, California, menyebut dirinya mantan anggota marinir AS dan dia mengaku sengaja menyuruh para pembuat film itu agar bersembunyi.

Sebuah LSM yang beraktivitas melacak kelompok-kelompok radikal dan penghasut kebencian, Southern Poverty Law Center menggambarkan Klein memiliki hubungan dengan kaum ekstremis sayap kanan. Ketika Klein ditanyai soal itu, dia membantah.

Film itu sendiri kelihatan sekali sebagai film murahan, di mana dialog-dialognya terlihat kasar sementara akting pemerannya juga sangat kaku. Klein menyebut film itu sempat diputar dengan judul lain di sebuah bioskop di California, namun karena tak ada yang membeli tiket, film itu akhirnya batal diputar.

Sementara Garcia, pemeran perempuan yang terlihat dalam potongan adegan film di YouTube, mengaku dalam skenario yang diterimanya ada adegan dia dipaksa menyerahkan anaknya ke seorang karakter bernama Master George, yang digambarkan sebagai seorang pemimpin yang keras dan kejam. Namun dalam potongan adegan yang muncul di YouTube, adegan di mana Garcia muncul justru disulih suara atau di-dubbing, dan karakter bernama Master George itu disebut sebagai Muhammad.

Imarah Islam Afghanistan mengutuk dengan kata-kata yang paling keras atas penghinaan terhadap Nabi yang agung dalam Islam, Nabi Muhammad Mustafa (shalallhu ‘alaihi wa sallam), yang dilakukan dalam film (yang ditayangkan) di bioskop Amerika dengan izin dari pemerintahnya.

Sejak Amerika menyatakan perang terbukanya terhadap Islam sebelas tahun yang lalu, Amerika telah berulangkali dalam berbagai kesempatan menghina hal-hal suci dalam Islam yang tidak boleh diganggu gugat. Tindakan-tindakan menjijikkan tersebut bukanlan tindakan individual melainkan kegiatan yang dilakukan dengan persetujuan, atau bahkan langsung dilakukan oleh pemerintah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s